Fase - Fase Kepemimpinan Islam

Bismillah

 fase-fase kepemimpinan umat Islam di akhir zaman.


Hadits ini diriwayatkan oleh Hudzaifah ibn al-Yaman dan dinilai hasan oleh sejumlah ulama, di antaranya Al-Albani.


Teks Hadits


> عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:


تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا اللَّهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا اللَّهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا اللَّهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيًّا فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا اللَّهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

ثُمَّ سَكَتَ

Artinya:


"Akan ada masa kenabian di tengah kalian selama Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya jika Dia menghendaki. Kemudian datang khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Kemudian Allah mengangkatnya jika Dia menghendaki. Kemudian datang kerajaan yang menggigit (mulkan 'adhan). Kemudian Allah mengangkatnya jika Dia menghendaki. Kemudian datang kerajaan yang memaksa (mulkan jabriyyan). Kemudian Allah mengangkatnya jika Dia menghendaki. Kemudian datang kembali khilafah di atas manhaj kenabian."


(HR. Ahmad)


Fase-Fase yang Disebutkan Hadits

1. Masa Kenabian (النُّبُوَّة)

Dimulai sejak diutusnya Nabi Muhammad ﷺ sampai wafat beliau.

Periode:

610 M – 632 M

2. Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah

(خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّة)

Masa pemerintahan para Khulafaur Rasyidin:

Abu Bakar Ash-Shiddiq

Umar ibn al-Khattab

Utsman ibn Affan

Ali ibn Abi Thalib

Sebagian ulama juga memasukkan masa Hasan ibn Ali selama enam bulan.

Periode:

632 M – 661 M

3. Mulkan 'Adhan (مُلْكًا عَاضًّا)

Artinya: "Kerajaan turun-temurun yang menggigit."

Kekuasaan mulai diwariskan dalam bentuk dinasti.

Biasanya dikaitkan dengan:

Dinasti Umayyah

Dinasti Abbasiyah

Kesultanan Utsmaniyah


Walaupun banyak kebaikan dan jasa besar Islam pada masa ini, sistemnya tidak lagi sama persis dengan Khulafaur Rasyidin.

4. Mulkan Jabriyyan (مُلْكًا جَبْرِيًّا)

Kata jabriyyan berasal dari "jabr" yang berarti:


paksaan,

otoriter,

kekuasaan yang dominan.

Sebagian ulama kontemporer memahami fase ini sebagai masa ketika banyak negeri Muslim diperintah dengan sistem yang jauh dari syura dan lebih menonjolkan kekuatan politik atau militer.

Namun perlu dicatat:

Nabi ﷺ tidak menyebut nama negara, dinasti, atau penguasa tertentu.

Karena itu para ulama berbeda pendapat dalam menentukan kapan tepatnya fase ini dimulai dan siapa yang termasuk di dalamnya.

5. Kembalinya Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah

Fase terakhir dalam hadits adalah:


> ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

"Kemudian akan kembali khilafah di atas manhaj kenabian."

Mayoritas ulama memahami bahwa ini merupakan kabar gembira tentang masa depan umat, namun rincian waktu dan bentuknya tidak dijelaskan secara tegas dalam hadits.

Ringkasan Fase


1. An-Nubuwwah (Masa Nabi ﷺ)

2. Khilafah Rasyidah

3. Mulkan 'Adhan (kerajaan turun-temurun)

4. Mulkan Jabriyyan (kekuasaan yang bersifat memaksa/otoriter)

5. Khilafah 'ala Minhajin Nubuwwah (kembali mengikuti manhaj kenabian)

Tadabbur


Hadits ini mengajarkan bahwa kemuliaan umat bukan semata-mata pada bentuk negaranya, tetapi pada sejauh mana umat berpegang kepada Al-Qur'an dan Sunnah. Allah berfirman:


> ﴿إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ﴾


"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)


Maka fokus utama seorang Muslim adalah memperbaiki aqidah, ibadah, akhlak, ilmu, dan dakwah, karena itulah fondasi kebangkitan umat pada setiap zaman.

Comments

Popular posts from this blog

Bekam Panggilan Cimahi_Bandung

Sinergi Sari kurma bersama Susu Kambing manfaat berlimpah